ForeverMissed
Teman, Rekan dan Kerabat…..

Tanggal 8 Juni adalah hari kelahiran teman, rekan dan kerabat kita; Almarhum Pandita Adiningrat, yang telah mendahului kita berpulang pada tanggal 28 Oktober 2020, dalam proses melawan penyakit kanker paru-paru. Beberapa teman mungkin ingat kebiasaan Almarhum untuk mengirimkan pesan pengingat sehari sebelum hari ulang tahunnya.

Halaman website ini, dibuka dengan tujuan memberikan ruang bagi teman, rekan dan kerabat Almarhum yang berkenan menorehkan kata, mengunggah foto atau video dari arsip yang dimilikinya, dengan harapan kenangan kehidupan Almarhum dapat senantiasa menjadi inspirasi bagi yang ditinggalkan. Untuk saat ini, rencananya halaman website ini akan dibuka selama satu tahun.

Terimakasih telah bersedia meluangkan waktu untuk sekedar berkunjung.

Salam;

Posted by Budi Ariati on June 8, 2021
Pandita selalu memeriahkan acara kumpul-kumpul teman seangkatan Sipil 89. Suka menolong teman. Banyak menolong teman. Maafkan saya yang tidak tahu kalau Pandita sedang sakit waktu kita sempat komunikasi hanya beberapa minggu sebelum Pandita pergi. Rasanya memang tidak pernah ada cerita sedih dari Pandita. Untuk keluarga yang ditinggalkan , semoga diberikan kekuatan. Saya bisa membayangkan betapa sulitnya sekarang saat Pandita sudah tiada. Al Fatihah for Pandita. 
Posted by Suzanna Vivian Mokalu on June 8, 2021
Hei Pandita,

shall we celebrate your birthday again this year? Nah? Not fun! But hoping you're having fun with angels up there, OK?

In my brief encounter and knowing you through my best friend, Puguh Imanto, you're such a funny and always welcoming friend - behind your "don't take things so serious" demeanor, there's a man with integrity and respected amongst his friends and colleagues, there's a proud father of your angelic little girl who speaks English all the time, a good husband, a health-consicous being that's spreading a healthy life style and I simply don't understand why you're gone too soon.

Adios my friend, see you again up there!
Posted by Jatmika Suryabrata on June 8, 2021
tidak ada kata kata yang bisa menggambarkan betapa baiknya beliau kepada teman ... dan betapa saya kehilangan beliau ... sebagai teman dan partner kerja ...
Posted by Fransiska Nana on June 8, 2021
Pak Pandita merupakan orang yang menginspirasi. Fun tetapi dalam pemikirannya. Saya beruntung berkesempatan bekerja dengan beliau untuk membantu mewujudkan masa depan yang lebih ramah lingkungan. Walau beliau sibuk tetapi tetap rendah hati dan tidak membeda-bedakan orang. Berdiskusi dengan beliau sangat menyenangkan, membuat saya ingin berbuat lebih banyak lagi untuk Indonesia. Selamat ulang tahun di Surga ya Bapak, doa kami menyertai Bapak selalu.
Posted by Perjaka Nanggung on June 8, 2021
Dalam perjalanan dari bandara Soetta menuju Bintaro setelah pendakian gunung Sumbing tahun 2019 , di dalam taxi bertiga, pak Pandita berkata" Besok ni ya, pendakian selanjutnya kalau perlu kita beli buah-buahan sendiri, sewa porter khusus ngangkut buah buahan... Gimana?", saya dan teman pun tersenyum... kecut.
Selamat jalan pak Pandita, semoga Allah menggantinya dengan buah-buahan terbaik di surga kelak. Aamiin.
Posted by Loethano Syukriadi on June 8, 2021
Berteman dng alm Pandita sejak SMP thn 1984. Sejak itu hanya kecerdasan, kebaikan, kelucuan, dan nilai2 mulia almarhum yg ada di benak saya. Selamat beristirahat sahabat. AlFatihah
Posted by Rangga Diyarto on June 8, 2021
Jam makan siang tiba, tenda biru jadi tujuan kita
Perut sudah terisi, tiba-tiba engkau mengajak ke Roxy
"Mumpung masih istirahat yuk lihat-lihat sepeda"
Naik angkot, menyusuri Jalan Citarum dengan bahagia

Wawasan luas, sense of humor tinggi
Denganmu obrolan apapun jadi seru dan berarti
Mentor dan rekan kerja yang luar biasa
Di dekatmu tidak ada penyekat yang terasa

Kopi di pagi, Teh di sore hari
Bincang hangat kita dimulai lagi
Ketika ruang kerja sudah sepi
Engkau mulai mereka-reka lagi berbagai histori

Kadang tentang budaya Jepang yang kau sukai
Kerapkali tentang teknologi di perang dunia kedua
Terselip cerita tentang keris dan fotografi
Di saat yang lain tentang BIM dan perkembangannya

Kalimat-kalimat ini masih akan beratus paragraf lagi
Tapi biarlah selalu tersimpan di hati
Untuk engkau yang selalu kubanggakan
Doa terkhusyuk di gelap malam kupanjatkan
Posted by Yudhy Trielistyanto on June 7, 2021
Pribadi yg ga pernah lepas dr jokes dalam kondisi apapun..He is always in my heart

Leave a Tribute

 
Recent Tributes
Posted by Budi Ariati on June 8, 2021
Pandita selalu memeriahkan acara kumpul-kumpul teman seangkatan Sipil 89. Suka menolong teman. Banyak menolong teman. Maafkan saya yang tidak tahu kalau Pandita sedang sakit waktu kita sempat komunikasi hanya beberapa minggu sebelum Pandita pergi. Rasanya memang tidak pernah ada cerita sedih dari Pandita. Untuk keluarga yang ditinggalkan , semoga diberikan kekuatan. Saya bisa membayangkan betapa sulitnya sekarang saat Pandita sudah tiada. Al Fatihah for Pandita. 
Posted by Suzanna Vivian Mokalu on June 8, 2021
Hei Pandita,

shall we celebrate your birthday again this year? Nah? Not fun! But hoping you're having fun with angels up there, OK?

In my brief encounter and knowing you through my best friend, Puguh Imanto, you're such a funny and always welcoming friend - behind your "don't take things so serious" demeanor, there's a man with integrity and respected amongst his friends and colleagues, there's a proud father of your angelic little girl who speaks English all the time, a good husband, a health-consicous being that's spreading a healthy life style and I simply don't understand why you're gone too soon.

Adios my friend, see you again up there!
Posted by Jatmika Suryabrata on June 8, 2021
tidak ada kata kata yang bisa menggambarkan betapa baiknya beliau kepada teman ... dan betapa saya kehilangan beliau ... sebagai teman dan partner kerja ...
Recent stories

Pandita

Shared by Prasetyadhie mr on June 8, 2021
Pertemanan dengan mu adalah sesuatu yang mengasyikkan.

Urutan abjad nama yang berderetan adalah awal perjalanan di masa kuliah. Pembimbing Akademik yang sama membuat kita mengisi FRS mata kuliah berbarengan sampai pemilihan program studi sejurusan dan kost bertetangga. Di kost itulah dirimu menjalankan radio skala kecil yang isinya celoteh lucu dan terkadang seperti ahli memikirkan negara. Saat itu aku sadar dirimu mempunyai keahlian dalam bercerita dengan celutukan yang sering di luar nalar dan sangat kritis namun lucu. Mungkin radio mu adalah cikal bakal radio FTUI berkumandang. Masa perkuliahan adalah masa yang menggugah semuanya, perasaan sulit tidak mengerti materi dosen adalah sesuatu yang tidak terelakkan. Belajar secara SKS saat itu adalah trend dimana malam sebelum ujian kita semua berbondong2 belajar melalui catatan fotocopy dari seorang teman jenius dan dirimu muncul sebagai juara dalam menenangkan hati dan pikiran yang kalut. Selalu keluar ide atau pemikiran yang muskil dibayangkan membuat kita terpingkal2 melupakan catatan teori rumus yang tidak dimengerti untuk diapakan.

Di satu masa kita sempat bersama jalan-jalan keliling Ujung Kulon. Mengitarinya berawal dari Sumur selama 2 mingguan adalah pengalaman spiritual yang sangat berharga buat diriku. Ada di suatu tempat dimana kita makan ikan hasil tangkapan sang penunjuk jalan yang kau sebut Mr. Pierce Brosnan, langsung dibakar tanpa bumbu kecuali cabai yang diulek seadanya dan ikan bakar itu sampai sekarang adalah rasa yang terbaik yang pernah ku ingat. Di situ pula aku belajar banyak darimu bagaimana mengelola emosi dan bagaimana mempercayai hasil pemikiran diri sendiri.

Selepas kuliah kita berpisah mengikuti alurnya sendiri namun aku tahu jika dirimu punya proyek dalam mendokumentasikan suatu ensiklopedia keris yang dahsyat dari Bapak Haryono Haryoguritno. Buku ensiklopedi itu baru kudapatkan di tahun 2017 dari seorang kawan baik, Lollan, merupakan hasil karya yang indah. Koleksi keris yang mengagumkan dan foto-foto dokumentasi yang juga super mencerminkan dirimu dalam totalitas bekerja. Dalam masa-masa berjauhan itu pula melalui FaceBook tiba-tiba dirimu men-share foto kita bersama di Plawangan Bromo circa ’98. Saat itu aku sedang pergi sendirian ke Bromo dan di malam hari di satu caffe kecil terpencil tiba-tiba dirimu masuk caffe itu bersama Puguh. Kita sama-sama terperangah kaget karena kalian baru saja tiba berjalan kaki dari Ranu Kumbolo ke Bromo, lelah dan sudah malam pula. Dipikir2 itu absurd, tidak janjian, area sangat luas, ada banyak hari-hari terbentang, jam yang sudah larut & juga banyak caffe kecil di daerah itu. Tetapi kenapa bisa berjumpa?

Tahun-tahun berjalan kemudian biasanya ada halal bihalal lebaran angkatan yang engkau sering hadiri tapi jarang ku ikuti. Dirimu adalah magnet angkatan, membuat lengket orang2 yang terpisah untuk tetap mengingat satu sama lain. Mengingat adalah perlawanan dari lupa. Terakhir di reuni 30 th angkatan di Kemang, engkau hadir sekali lagi dengan magnet yang tak tergantikan berceloteh kelakar lucu dan menyapa semua yang hadir dengan setara tidak ada membedakan. Akan selalu teringat saat engkau memegang mike bercerita tentang hal2 kuliah masa lalu yang menjadi cemoohan tetapi sangat menyenangkan rasanya, bagaimana kalkulus membuat mimpi berjilid yang tak tergantikan, bagaimana mekanika teknik membuat hari2 seperti berhenti menyesali.

Di beberapa tahun terakhir kita bisa gowesan bareng ke berbagai tempat dari Merapi, Prambanan, perbatasan Malaysia-Indonesia Badau sampai dalkot Bintaro Loop. Dirimu mengajariku bagaimana gowesan nikmat, bercerita semua jenis sepeda juga menemaniku membeli sepeda baru. Semua rencana perjalanan sulit dibuat mudah, enak dinikmati dan bahkan dirimu mengeluarkan teori yang akan selalu kuceritakan ke orang lain yaitu merk sepeda terbaik adalah merk inopah karena kita bisa naik sambil makan ice cream dan bahkan nyaman terkena AC tetapi perjalan rute yang ditempuh tetap terlaksana.

Dirimu memang seorang yang penuh talenta, totalitas, mengutamakan kesederhanaan persamaan, selalu rendah hati tetapi tetap bisa berceloteh sesuatu yang di luar pemikiran umum dan anehnya tetap bernas. Setiap orang yang berteman denganmu pasti merasa jika dirinya lah yg paling dekat bersamamu. Di satu titik engkau ternyata berhenti tetapi buat ku dirimu akan terus berjalan bersama. Benar aku kehilangan tetapi aku percaya dirimu juga akan selalu ada.

Pandita, engkau orang baik.

Pesepeda lintas jurusan.

Shared by Herman Setiawan on June 8, 2021
Boleh jadi Pandita anak Sipil, tapi pada keseharian nya, dia menjadi bagian dari MGowes yang sebagian besar adalah anak Mesin UI lintas angkatan.
Almarhum juga teman baik bagi kami, Mesin 87.
Saya bersaksi bahwa Almarhum Pandita seorang kawan yang baik, sangat baik, pandai bergaul dan sangat humble.
Semoga almarhum Pandita mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin

Bapak yg begitu mendengarkan, Alfatihah...

Shared by Ilham Syahrial on June 8, 2021
Alfatihah buat almarhum Pak Pandita

Saya mungkin orang yang ga punya banyak momen berfoto dengan Bapak, paling cuma ikut2 foto, dalam hal foto Bapak sangat kreatif, pasti selalu inisiatif dahulu, disinilah biasanya saya ikut.
Adanya laman ini mengingatkan kembali ketika mendengar kabar Bapak telah dahulu, gak percaya, gak bisa menahan air mata, dada ini rasanya hampa, begitu berat kehilangan seorang Bapak.
Ikut menorehkan banyak hal yang saya ingat tentang Bapak membuat bingung mau bercerita yang mana?? Hal yang pasti selalu terjadi tiap hari kerja dengan Bapak adalah ketemu pagi, ngobrol banyak hal dipagi hari. Biasanya tiap pagi kalau ga saya yg ketemu Bapak, pasti Bapak yg menjumpai saya udah dikantor pagi2 buta. Kebiasaan kita sampai kantor pagi2 memberi kita banyak waktu ngobrol. Apa aja bisa kita obrolin, dan pasti menarik ngobrol dengan Bapak. Bapak begitu mendengarkan, gak akan pernah kita dipotong bicaranya, kadang sampe bingung kita udah habis yg mau dibicarain tp masi ditunggu utk tetap melanjutkan cerita. Sungguh pelajaran besar yang bs saya ambil untuk lebih sabar mendengarkan lawan bicara.
Banyak Pak, banyak cerita selama saya jadi anak buah Bapak, banyak pengalaman, nasehat, keteladanan yang Bapak ajarkan kepada kami, terima kasih atas bimbingannya Pak, semoga itu menjadi amal yg akan selalu Bapak terima.
Semoga Bapak disana mendapat tempat terbaik disisi Allah SWT, Amiin YRA
Alfatihah